54

LP ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN HEART FAILURE (HF)

Posted by ARie Kurniawan on 04.14
Nama : Ari Kurniawan
NIM: PO7120010006
POLTEKKES KEMENKES BANJARMASIN JURUSAN KEPERAWATAN BANJARBARU

LAPORAN PENDAHULUAN

ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN
HEART FAILURE (HF)

A.   KONSEP DASAR
1.     Definisi Kasus

Gagal jantung (heart failure) adalah suatu keadaan patofisiologis berupa kelainan fungsi jantung sehingga jantung tidak mampu memompa darah untuk memenuhi kebutuhan metabolisme jaringan dan/atau kemampuannya hanya ada kalau disertai peninggian volume diastolic secara abnormal (Mansjoer, Arif, 2001:434).


2.  Klasifikasi
      Ada 3 penyakit gagal jantung:
1. Gagal Jantung Kiri

Terjadi karena adanya gangguan pemompaan darah oleh ventrikel kiri sehingga curah jantung kiri menurun dengan akibat tekanan terakhir diastolek dalam ventrikel kiri dan volume akhir diastolik dalam ventrikel kiri meningkat.


2. Gagal Jantung Kanan

Dapat terjadi karena gangguan / hambatan pada daya pompa ventrikel kanan, sehingga isi sekuncup ventrikel kanan menurun tanpa didahului oleh adanya gagal jantung kiri sehingga tekanan dan volume akhir diastolek ventrikel kanan akan meningkatkan dan keadaan menjadi beban bagi atrium kanan dalam kerjanya mengisi ventrikel kanan pada waktu diastolik.



3. Gagal Jantung Kongestive (CHF)
Suatu kegagalan pemompaan (di mana cardiac output tidak mencukupi kebutuhan metabolik tubuh), hal ini mungkin terjadi sebagai akibat akhir dari gangguan jantung, pembuluh darah atau kapasitas oksigen yang terbawa dalam darah yang mengakibatkan jantung tidak dapat mencukupi kebutuhan oksigen pada erbagai organ (Ni Luh Gede Yasmin, 1993).

3. Etiologi
1. Disfungsi Miokard
     Sebagai akibat kenaikan beban, tekanan, beban volume & kebutuhan metabolisme yang meningkat atau gangguan pengisian jantung.
2. Beban Tekanan yang Berlebihan / Pembebanan Sistolik
Beban sistolik yang berlebihan diluar kemampuan ventrikel, menyebabkan hambatan pada pengosongan ventrikel sehingga menurunkan curah ventrikel atau isi sekuncup, misalnya pada hipertensi dan stenosis aorta.
3. Peningkatan Kebutuhan Metabolik / Peningkatan Kebutuhan yang Berlebihan
4. Beban Volume Berlebihan / Pembebanan Diastolik
Beban isian kedalam ventrikel yang berlebiahn atau beban isian berlebih pada waktu diastolik dalam batas tertentu masih dapat ditampung oleh ventrikel ( preload yang meningkat ). Preload yang berlebihan dan melampaui kapasitas ventrikel ( diastolik overload ) akan menyebabkan tekanan dan volume pada akhir diastolik dalam ventrikel meninggi. Curah jantung mula-mula meningkat sesuai regangan otot, bila beban terus bertambah sampai melampaui batas tertentu, maka curah jantung akan menurun kembali, misalnya pada insupisiensi aorta (beban volume ventrikel kiri ). Insupisiensi mitral  (beban volume ventrikel kiri ), insupisiensi trikuspid ( beban volume ventrikel kanan ), hipovolemia sekkunder  (gangguan eksresi cairan).
5. Kebutuhan Metabolik Meningkat Melebihi Kemampuan Daya Kerja Jantung.
6. Hambatan pengisian kapiler, menyebabkan pengeluaran atau output ventrikel berkurang dan curah jantung menurun.


4. Tanda dan Gejala
1.      Gagal jantung kiri .
         Keluhan badan lemah, cepat lelah
         Berdebar-debar
         Sesak napas terutama saat beraktifitas
         Batuk
         Anorexia
         Berkeringat dingin
Dapat pula ditemui tanda :
         Takikardia
         Dipsnea (dyspnea d’effort, orthopnae atau paroxysmal noctural dyspnae).
         Bunyi jantung III, pulsus alternans.
         Ataupun tanda lain dari  penyakit jantung yang menyertai.



2        Gagal jantung kanan.
         Oedem tumit dan dan tungkai bawah.
         Hati membesar dan lunak, nyeri tekan (hepatomegali).
         Bendungan pada vena jugularis (JVP meningklat), pulsasi vena jugularis.
         Gangguan gastrointestinal  ~ kembung, anorexia, nausea.
         BB meningkat (oedem)
         Asites
         Ataupun tanda lain dari dari penyakit jantung yang menyertai.
  
3        Gagal jantung kongestive.
Merupakan kumpulan gejala atautanda gangguan jantung kiri / kanan secara bersamaan,  misalnya :
         Pembesaran jantung.
         Kadang terdengar bunyi jantung III (proto diastolik gallop).
         Dan tanda-tanda lain yang sudah disebutkan di atas.

5. Patofisiologi
Jantung yang normal dapat berespons terhadap peningkatan kebutuhan metabolisme yang menggunakan mekanisme kompensasi yang bervariasi untuk mempertahankan kardiak output. Ini mungkin meliputi: pengencangan dan pelebaran otot jantung untuk menyesuaikan terhadap peningkatan volume, vasokonstrinksi arteri renal dan aktivasi sistem renin angiotensin serta respon terhadap serum-serum sodium dan regulasi ADH dari reabsorbsi cairan.
Kegagalan mekanisme kompensasi di percepat oleh adanya volume darah sirkulasi yang di pompakan untuk menentang peningkatan resisitensi vaskuler oleh pengencangan jantung. Kecepatan jantung memperpendeka waktu pengisian ventrikel dan arteri koronaria, menurunnya kardiak ouput menyebabkan berkurangnya oksigenasi pada miokard.
Peningkatan tekanan dinding pembuluh darah akibat dilatasi menyebabkan peningkatan tunutan oksigen dan pembesaran jantung (hipertropi) terutama pada jantung iskemik atau kerusakan, yang menyebabkan kegagalan mekanisme pemompaan.

6. Pemeriksaan Penunjang
         EKG
         Scant jantung.
         Kateterisasi jantung
         Rontgen dada
         Enzime hepar, elektrolit darah, BUN dan kretinin.




B.   KONSEP KEPERAWATAN
1.     Pengkajian Fokus
1)   Aktivitas / istirahat
Kelemahan, kelelahan, ketidakmampuan untuk tidur (mungkin di dapatkan Tachycardia dan dispnea pada saat beristirahat atau pada saat beraktivitas).
2)   Sirkulasi
Mempunyai riwayat IMA, Penyakit jantung koroner, CHF, Tekanan darah tinggi, diabetes melitus.
Tekanan darah mungkin normal atau meningkat, nadi mungkin normal atau terlambatnya capilary refill time, disritmia.
Suara jantung , suara jantung tambahan S3 atau S4 mungkin mencerminkan terjadinya kegagalan jantung/ ventrikel kehilangan kontraktilitasnya.
Murmur jika ada merupakan akibat dari insufisensi katub atau muskulus papilaris yang tidak berfungsi.
Heart rate mungkin meningkat atau menglami penurunan (tachy atau bradi cardia).
Irama jantung mungkin ireguler atau juga normal.
Edema: Jugular vena distension, odema anasarka, crackles mungkin juga timbul dengan gagal jantung.
Warna kulit mungkin pucat baik di bibir dan di kuku.

3)   Integritas ego
Gejala : Ansietas, Stress yang berhubungan dengan penyakit
Tanda : Marah, Ketakutan, Mudah tersinggung


4)   Eleminasi
Bising usus mungkin meningkat atau juga normal, penurunan frekuensi BAK, diare/konstipasi
5)      Makanan/cairan
Gejala : kehilangan nafsu makan, mual, muntah, pembengkakan ekstremitas bawah
Tanda  : penambahan BB cepat & distensi abdomen (ascites), edema
6)   Neurosensori
Gejala : Kelemahan, pening, episode pingsan
Tanda  :  Letargi, kusut fikir, disorientasi, perubahan perilaku, mudah tersingung.
7)   Nyeri/kenyamanan
Timbulnya nyeri dada yang tiba-tiba yang tidak hilang dengan beristirahat atau dengan nitrogliserin. Karakteristik nyeri dapat di katakan sebagai rasa nyeri yang sangat yang pernah di alami. Sebagai akibat nyeri tersebut mungkin di dapatkan wajah yang menyeringai, perubahan pustur tubuh, menangis, penurunan kontak mata, perubahan irama jantung, ECG, tekanan darah, respirasi dan warna kulit serta tingkat kesadaran.
8)   Pernapasan
Dispnea dengan atau tanpa aktivitas, batuk produktif, riwayat perokok dengan penyakit pernafasan kronis. Pada pemeriksaan mungkin di dapatkan peningkatan respirasi, pucat atau cyanosis, suara nafas crakcles atau wheezes atau juga vesikuler.


9)   Keamanan
Gejala : Perubahan fungsi mental, kehilangan kekuatan / tonus otot, kulit lecet.
Tanda : Penurunan keikutsertaan dalam aktivitas sosial.

2.     Diagnosa Keperawatan yang Sering Muncul
a.       Aktual/risiko tinggi menurunnya curah jantung b.d penurunan kontraktilitas ventrikel kiri, perubahan frekuensi, irama, konduksiektrikal
b.      Aktual/risiko tinggi terhadap kelebihan volume cairan b.d kelebihan cairan sistemik, perembesan cairan intertisial di sistemik sekunder dari penurunan curah jantung, gagal jantung kanan
c.       Intoleransi aktivitas b.d ketidakseimbangan antara suplai oksigen ke jaringan dengan kebutuhan sekunder dari penurunan curah jantung

3.  Rencana Asuhan
1.      Aktual/risiko tinggi menurunnya curah jantung b.d penurunan kontraktilitas ventrikel kiri, perubahan frekuensi, irama, konduksiektrikal
Mandiri :
a.       Kaji dan lapor tanda penurunan curah jantung
b.       Periksa keadaan klien dengan mengauskultasi nadi apical : kaji frekuensi, irama jantung
c.       Catat bunyi jantung
d.      Palpasi nadi perifer
e.       Pantau adanya haluaran urine, catat jumlah, warna dan kepekatan(konsentrasi urine)
f.        Istirahatkan klien dengan tirah baring optimal
g.      Atur posisi yang ideal, tinggikan kepala tempat tidur 20-30 cm
h.      Berikan oksigen tambahan dengan kanula/masker sesuai indikasi
i.       Hindari manuver dinamik seperti berjongkok sewaktu melakukan BAB dan mengepal-ngepalkan tangan
j.        Kolaborasi :
§  Berikan diet jantung
§  Berikan obat Diuretik, misal Lasix (forusemid)
§  Berikan obat Digoxin
§  Berikan obat Captopril (capoten)

2.    Aktual/risiko tinggi terhadap kelebihan volume cairan b.d kelebihan cairan sistemik, perembesan cairan intertisial di sistemik sekunder dari penurunan curah jantung, gagal jantung kanan
a.       Kaji adanya edema ekstrimitas
b.      Kaji tekanan darah
c.       Kaji distensi vena jugularis
d.      Ukur intake dan output
e.       Timbang BB klien tiap hari
f.       Beri posisi yang membantu drainage ekstrimitas
g.      Kolaborasi :
·         Berikan diet tanpa garam
·         Berikan diuretik, Misal forusemide
·         Pantau data laboratorium elektrolit kalium
3.    Intoleransi aktivitas b.d ketidakseimbangan antara suplai oksigen ke jaringan dengan kebutuhan sekunder dari penurunan curah jantung
a.       Anjurkan menghindari peningkatan tekanan abdomen missal, mengejan saat defekasi
b.      Jelaskan pola peningkatan bertahap dari tingkat aktivitas, contoh bangun dari kursi, bila tidak ada nyeri, ambulasi, dan istirahatkan selama 1 jam setelah makan
c.       Tingkatkan klien duduk di kursi dan tinggikan kaki klien
d.      Pertahankan rentang gerak pasif selama sakit kritis
e.       Evaluasi tanda vital saat kemajuan aktivitas terjadi
f.       Berikan waktu istirahat diantara waktu aktivitas
g.      Pertahankan penambahan oksigen sesuai pesanan
h.      Selama aktivitas kaji EKG,dispnoe, sianosis, kerja napas dan frekwensi napas serta keluhan subyektif
i.        Berikan diet sesuai pesanan (pembatasan air dan Natrium)
j.        Rujuk ke program rehabilitasi jantung.


1

LP ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN ANEMIA

Posted by ARie Kurniawan on 04.08
Nama : Ari Kurniawan
NIM: PO7120010006
POLTEKKES KEMENKES BANJARMASIN JURUSAN KEPERAWATAN BANJARBARU

LAPORAN PENDAHULUAN

ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN
ANEMIA

A.   KONSEP DASAR
1.     Definisi Kasus
Anemia adalah gejala dari kondisi yang mendasari, seperti kehilangan komponen darah, elemen tak adekuat atau kurangnya nutrisi yang dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah, yang mengakibatkan penurunan kapasitas pengangkut oksigen darah (Doenges, 1999).
Anemia adalah istilah yang menunjukan rendahnya hitungan sel darah merah dan kadar hemoglobin dan hematokrit di bawah normal (Smeltzer, 2002 : 935).
Anemia adalah berkurangnya hingga dibawah normal sel darah merah, kualitas hemoglobin dan volume packed red blood cells (hematokrit) per 100 ml darah (Price, 2006 : 256).

2.     Etiologi
Anemia dapat dibedakan menurut mekanisme kelainan pembentukan, kerusakan atau kehilangan sel-sel darah merah serta penyebabnya. Penyebab anemia antara lain sebagai berikut:
1.      Anemia pasca perdarahan : akibat perdarahan massif.
2.      Anemia defisiensi: kekurangan bahan baku pembuat sel darah.
3.      Anemia hemolitik: terjadi penghancuran eritrosit yang berlebihan.
4.      Anemia aplastik disebabkan terhentinya pembuatan sel darah oleh sumsum tulang.

3.     Tanda dan Gejala
Tanda-Tanda Umum Anemia adalah:
a.       Pucat
b.      Lemah
c.       Letih
d.      Lesu
e.       Lelah
f.       Lunglai
g.      Pucat
h.      Takikardi
i.        Demam
j.        Pucat pada telapak tangan dan dasar kuku
k.      Menurunnya aktivitas fisik
l.        Anoreksia, mual, muntah
m.    Pusing kepala


4.     Patofisiologi
Timbulnya anemia mencerminkan adanya kegagalan sum-sum tulang atau kehilangan sel darah merah berlebihan atau keduanya. Kegagalan sum-sum tulang dapat terjadi akibat kekurangan nutrisi, pajanan toksik, tumor, atau kebanyakan akibat penyebab yang tidak diketahui. Sel darah merah dapat hilang melalui perdarahan atau hemolisis (destruksi) pada kasus yang disebut terakhir, masalah dapat akibat efek sel darah merah yang tidak sesuai dengan ketahanan sel darah merah normal atau akibat beberapa factor diluar sel darah merah yang menyebabkan destruksi sel darah merah.

Lisis sel darah merah (disolusi) terjadi terutama dalam sistem fagositik atau dalam sistem retikuloendotelial terutama dalam hati dan limpa. Sebagai hasil samping proses ini bilirubin yang sedang terbentuk dalam fagosit akan masuk dalam aliran darah. Setiap kenaikan destruksi sel darah merah (hemolisis) segera direpleksikan dengan meningkatkan bilirubin plasma (konsentrasi normalnya 1 mg/dl atau kurang ; kadar 1,5 mg/dl mengakibatkan ikterik pada sclera.
Anemia merupakan penyakit kurang darah yang ditandai rendahnya kadar hemoglobin (Hb) dan sel darah merah (eritrosit). Fungsi darah adalah membawa makanan dan oksigen ke seluruh organ tubuh. Jika suplai ini kurang, maka asupan
oksigen pun akan kurang. Akibatnya dapat menghambat kerja organ-organ penting, Salah satunya otak. Otak terdiri dari 2,5 miliar sel bioneuron. Jika kapasitasnya kurang, maka otak akan seperti komputer yang memorinya lemah, Lambat menangkap. Dan kalau sudah rusak, tidak bisa diperbaiki (Sjaifoellah, 1998).



B.   KONSEP KEPERAWATAN
1.     Pengkajian Fokus
1)   Aktivitas / istirahat
Gejala :keletihan, kelemahan, malaise umum. Kehilangan produktivitas; penurunan semangat untuk bekerja. Toleransi terhadap latihan rendah. Kebutuhan untuk tidur dan istirahat lebih banyak.
Tanda   : takikardia/ takipnae ; dispnea pada waktu bekerja atau istirahat. Letargi, menarik diri, apatis, lesu, dan kurang tertarik pada sekitarnya. Kelemahan otot, dan penurunan kekuatan. Tubuh tidak tegak. Bahu menurun, postur lunglai, berjalan lambat, dan tanda-tanda lain yang menunujukkan keletihan.
2)   Integritas ego
Gejala : Keyakinanan agama/budaya mempengaruhi pilihan pengobatan, misalnya  penolakan transfusi darah.
Tanda : Depresi.
3)   Eleminasi
Gejala : Hematemesis, feses dengan darah segar, melena. Diare atau konstipasi. Penurunan haluaran urine.
Tanda : distensi abdomen.
4)      Makanan/cairan
Gejala : penurunan masukan diet, masukan diet protein hewani rendah/masukan produk sereal tinggi. Kesulitan menelan (ulkus pada faring). Mual/muntah, anoreksia. Adanya penurunan berat badan.
Tanda  : lidah tampak merah daging/halus (defisiensi asam folat dan vitamin B12). Membrane mukosa kering, pucat. Turgor kulit : buruk, kering, tampak kisut/hilang elastisitas (DB). Stomatitis dan glositis (status defisiensi). Bibir : selitis, misalnya inflamasi bibir dengan sudut mulut pecah. (DB).
5)   Neurosensori
Gejala : Sakit kepala, berdenyut, pusing, vertigo, ketidak mampuan berkonsentrasi. Insomnia, penurunan penglihatan, dan bayangan pada mata. Kelemahan, keseimbangan buruk, kaki goyah ; parestesia tangan/kaki.
Tanda  :  Peka rangsang, gelisah, depresi cenderung tidur, apatis. Mental : tak mampu berespons, lambat dan dangkal.
6)   Nyeri/kenyamanan
Gejala : nyeri abdomen samara, sakit kepala.
7)   Pernapasan
Gejala : Napas pendek pada istirahat dan aktivitas.
Tanda : takipnea, dan dispnea.
8)   Keamanan
Gejala : riwayat pekerjaan terpajan terhadap bahan kimia,. Riwayat terpajan pada radiasi; baik terhadap pengobatan atau kecelekaan. Riwayat kanker, terapi kanker. Tidak toleran terhadap dingin dan panas. Transfusi darah sebelumnya. Gangguan penglihatan, penyembuhan luka buruk, sering infeksi.
Tanda : demam rendah, menggigil, berkeringat malam.

2.     Diagnosa Keperawatan yang Sering Muncul
a.       Perubahan perfusi jaringan berhubungan dengan berkurangnya komparten seluler yang penting untuk menghantarkan oksigen / zat nutrisi ke sel.
b.      Tidak toleransi terhadap aktivitas berhubungan dengan tidak seimbangnya kebutuhan pemakaian dan suplai oksigen.
c.       Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan kurangnya selera makan.

3.  Rencana Asuhan
1.      Perfusi jaringan adekuat
-          Memonitor tanda‑tanda vital, pengisian kapiler, wama kulit, membran mukosa.
-          Meninggikan posisi kepala di tempat tidur
-          Memeriksa dan mendokumentasikan adanya rasa nyeri.
-          Observasi adanya keterlambatan respon verbal, kebingungan, atau gelisah
-          Mengobservasi dan mendokumentasikan adanya rasa dingin.
-          Mempertahankan suhu lingkungan agar tetap hangat sesuai kebu­tuhan tubuh.
-          Memberikan oksigen sesuai kebutuhan.
2.      Mendukung klien tetap toleran terhadap aktivitas
-          Menilai kemampuan klien dalam melakukan aktivitas sesuai dengan kondisi fisik.
-          Memonitor tanda‑tanda vital selama dan setelah melakukan aktivitas, dan mencatat adanya respon fisiologis terhadap aktivitas (peningkatan denyut jantung peningkatan tekanan darah, atau nafas cepat).
-          Memberikan informasi kepada pasien atau keluarga untuk berhenti melakukan aktivitas jika teladi gejala‑gejala peningkatan denyut jantung, peningkatan tekanan darah, nafas cepat, pusing atau kelelahan).
-          Berikan dukungan kepada klien untuk melakukan kegiatan sehari­ hari sesuai dengan kemampuan klien.
-          Mengajarkan kepada orang tua teknik memberikan reinforcement terhadap partisipasi klien di rumah.
-          Membuat jadual aktivitas bersama klien dan keluarga dengan melibatkan tim kesehatan lain.
3.      Memenuhi kebutuhan nutrisi yang adekuat
-          Mengijinkan klien untuk memakan makanan yang dapat ditoleransi klien, rencanakan untuk memperbaiki kualitas gizi pada saat selera makan klien meningkat.
-          Berikan makanan yang disertai dengan suplemen nutrisi untuk meningkatkan kualitas intake nutrisi.
-          Mengijinkan klien untuk terlibat dalam persiapan dan pemilihan makanan
-          Mengevaluasi berat badan klien setiap hari.


0

MISS YOU PALANGKARAYA...

Posted by ARie Kurniawan on 01.38
Melihat Kota Palangkaraya memang indah sangat.. Tertata rapi dan begitu bersih.. Begitu banyak pula teman-teman disana.. Ingin rasanya tinggal disana.. I can't forget anything abou that town.. Palangkaraya, miss it so much.. (Follow: @KurniawanArie_ )










0

Pemilihan Duta Wisata Nanang Galuh Banjarbaru 2012

Posted by ARie Kurniawan on 01.28
Alhamdulillah.. Terima kasih atas support daqn dukungan teman2 semua, sehingga saya bisa menjadi WAKIL 1 DUTA WISATA NANANG BANJARBARU 2012.. Untuk itu saya ucapkan terima kasih kepada semuanya, terutama kepada Allah SWT. Doakan saya, September nanti mengikuti Pemilihan Nanang Galuh Kalimantan Selatan 2012.. Semoga saya bisa memperkenalkan pariwisata di Kalimantan Selatan dengan baik.. VISIT KALIMANTAN SELATAN.. VISIT BANJARBARU!!! SALAM SENI, BUDAYA, DAN PARIWISATA!!! Follow this: @KurniawanArie_








Recent News

Name :
Web URL :
Message :

Webcounters

Copyright © 2009 harmoni jiwa All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.